route rinjani
March 12th, 2007 by fals-oiStart rinjani :
Pukul .05.00 am berangkat menuju Sembalun menggunakan kendaraan minibus. Tiba di Sembalun sekitar pukul 08.00am,
persiapan pendakin. Pukul 09.00 WIB memulai pendakian, rute Sembalun - Plawangan II.
Tiba di Plawangan sekitar pukul 15.00 WIB, makan malam, bermalam di tenda (dirikan tenda pertama).
Plawangan - Puncak 3.726m apl)
Makan pagi, persiapan pendakian. Pukul 03.00 WIB melanjutkan pendakian, rute Plawangan - Puncak Rinjani (Summit attack).
Tiba di puncak sekitar pukul 06.00 WIB, menikmati keindahan matahari terbit, berfoto, santai nikmatin panorama
Pukul 08.00 WIB turun ke Plawangan.
Tiba di Plawangan sekitar pukul 10.00 WIB, makan siang. Melanjutkan perjalanan turun, rute Plawangan Danau Segara Anak.
Tiba di danau sekitar pukul 13.00 WIB, makan akan siang. Bermalam di Danau Segara Anak.( dirikan tenda )
Danau segara anak
Makan pagi, Menikmati pemandangan di sekitar danau. Kegiatan yang bisa dilakukan antara lain memancing, mandi air panas atau pergi ke goa susu ( steaming cave ) untuk sauna, hunting foto,dll.
jam 3 sore perjalanan kita lanjukan menuju plawangan senaru (I), dan bermalam di plawangan I.(bermalam dirikan tenda)
Makan pagi, persiapan perjalanan turun. Pukul 08.00 WIB memulai perjalanan turun, menuju desa senaru ( jalan yang kita lalui merupakan hutan lindung ). Makan siang di perjalanan. Tiba di Senaru sekitar pukul 13.00 WIB. Makan siang,
finist
Biografi Boss Oi
June 28th, 2006 by fals-oiBiografi Boss
Kutipan : Dari Wikipedia Indonesia
Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listianto (lahir 3 september 1961 di Jakarta) adalah seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.
Lewat lagu-lagunya, ia ‘memotret’ suasana sosial kehidupan Indonesia
(terutama Jakarta) di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas
perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Etiopia)
mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Iwan Fals tidak hanya
menyanyikan lagu ciptaannya tetapi juga sejumlah pencipta lain.
Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih
gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat
Nasional 1989,
sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah
Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa
tabloid olah raga.
//
Biografi
Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya dijedah,Arab Saudi
selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13
tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di
Bandung. Bermain Gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih
kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi
gitaris dalama paduan suara sekolah.
Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari
seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat
master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto
Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul. Tapi album
tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai
pengamen.
Setelah dapat juara di festival Musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersamapepeng,kirsna,nana krip dan diproduksi oleh ABC Record. Tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Music Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Sumantri.
Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M.
Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan
berbagai tawaran untuk bernyanyi. Kemudian sempat masuk televisi
setelah tahun 1987. Waktu siaran acara Manasuka Siaran Niaga di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI.Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.
Saat bergabung dengan kelompok SWAMI, selama 3 tahun, Iwan mulai serius di musik.
Selama Orde Baru,
banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh
aparat pemerintah, karena dianggap lirik-lirik lagunya dapat memancing
kerusuhan.
Keluarga
Iwan lahir dari pasangan Haryoso (ayah) dan Lies (ibu). Iwan
menikahi Rosanna (Mbak Yos) dan mempunyai anak Galang Rambu Anarki
(almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani.
Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Walaupun
demikian, musik yang ia bawakan berbeda dengan yang telah menjadi trade mark ayahnya. Galang kemudian menjadi gitaris kelompok Bunga dan sempat merilis satu album, yakni Jangan Kau Pergi.
Nama Galang juga dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarki, yang berisi kritik sosial terhadap kenaikan harga BBM
Pendidikan
- SMP 5 Bandung
- SMAK BPK Bandung
- STP (Sekolah Tinggi Publisistik, sekarang IISIP)
- Institus Kesenian Jakarta (IKJ)
Diskografi
Tidak semua album yang dikeluarkan Iwan Fals berisi lagu baru. Pada
tahun-tahun terakhir, Iwan Fals sering mengeluarkan rilis ulang
lagu-lagu lamanya, baik dengan aransemen asli maupun dengan aransemen
ulang.
- Serenade (bersama KPJ,
- Sarjana Muda
- Galang Rambu Anarki
- Opini
- Sumbang
- Sugali
- Sore Tugu Pancoran
- Ethiopia
- Aku Sayang Akmu
- Mata indah Bola pingpong
- Lancar Kereta Tua
- Wakil Rakyat
- 1910 (1988)
- Mata Dewa (1989)
- Antara Aku, Kau, dan Bekas Pacarku
- Swami I (Bento)
- Swami II (Kuda Lumping)
- Kantata Takwa
- Cikal
- Belum Ada Judul (1992)
- Hijau
- Dalbo
- Orang Gila (1993)
- Terminal (bersama Frangky.S)
- Mata Hati
- Orang Pinggiran
- Anak Wayang
- Lagu Pemanjat
- Kantata Samsara
- Live Kantata Takwa Samsara "Peristiwa semanggi
- Akustik Ke1
- Akustik Ke2
- Tragedi
- Celoteh-celoteh
- Prihatin
- Tembang Cinta
- Salam Reformasi (1998)
- Banjo & Harmonika
- Salam Reformasi 2 (1998)
- best of the best iwan fals
- Suara Hati (2002)
- In Collaboration with … (2003)
- Manusia Setengah Dewa (2004)
- Iwan Fals In Love ( 2005)
perjalanan sang hero asian versi majalah Time
February 13th, 2006 by fals-oiPerjalanan ALBUM Sang Hero Of ASian
1. Yang Muda Yang Bercanda I – dalam lagu dan baca (1979)
Album ini diedarkan oleh LHI (Lembaga Humor Indonesia) dibawah bendera
ABC records. Ini adalah awal karir Iwan Fals setelah dia menjadi juara
pertama lomba musik humor yang diadakan oleh LHI, kemudian LHI
menerbitkan album ini yang isinya adalah rekaman live peserta lomba
musik humor, lagu dan cerita dengan mc Otong Lenon. Uniknya dalam
sampul kaset ini nama Iwan Fals masih ditulis dengan ejaan “IWAN FALS”.
Album ini sangat langka dan sepertinya sudah tidak ada lagi dipasaran.
album lainnya…..
Ini merupakan sambungan dari jilid pertama, isinya masih sama yaitu
rekaman live lomba musik humor yang diadakan oleh LHI. Artis pendukung
yang tertulis dalam sampul album ini antara lain Klombhoor’s Group, Tom
Slepe, “IWAN FALS”, Yusuf Lubis, dan mc Otong Lenon. Iwan Fals disini
menyanyikan lagu antara lain ‘Frustasi’ dan ‘Imitasi’ versi live sama
persis dengan rekaman yang sekarang beredar dalam album Frustasi kopian
baru. Album ini tidak terlalu dikenal karena pada saat itu hanya
beredar terbatas dan kurang promosi.
3. Canda Dalam Nada (1979)
Sesuai dengan janjinya, pemenang lomba musik humor akan dibuatkan album
sendiri. LHI bersama ABC records menerbitkan album solo ini dari
rekaman live pada acara lomba. Pada album ini nama Iwan Fals dirubah,
kalau sebelumnya memakai nama ‘Iwan False’, diganti menjadi ‘IWAN
FALS’. Pada side A berisi lagu-lagu Iwan Fals seperti ‘Generasi
Frustasi’, ‘Dongeng Tidur’, ‘Imitasi’, ‘Kisah Motorku’ dan ‘Johni
Kesiangan’. Pada side B diisi dengan lagu ‘Pengamen’ dan ‘Jaman Edan’
dari Tom Slepe juga lagu ‘Pie-Pie’ serta ‘Disco Cangkeling’ dari Pusaka
Jaya.
Penjualan album ini sangat kecil , karena pada saat itu dianggap album rendahan yang disetarakan dengan
album-album dangdut.
4. Perjalanan (1980)
Bersama grup bandnya yang bernama Amburadul, dapat dikatakan ini adalah
album pertama Iwan Fals, seluruhnya berisi lagu baru dengan single hits
lagu ‘Perjalanan’. Album ini dikerjakan dengan profesional. Aroma Bob
Dylan sangat kental disini ditambah dengan suara Iwan yang ‘nyempreng’
dan irama country ballads sangat sesuai dengan lirik yang sangat
sosial. Namun sayangnya album ini dapat dibilang gagal dipasaran. Album
ini adalah lanjutan dari kontrak dengan LHI untuk mengorbitkan pemenang
lomba musik
humor. ABC records rupanya masih ragu-ragu mengorbitkan Iwan Fals yang
menyanyikan lagu dengan lirik sosial, karena pada saat itu yang
memiliki nilai jual tinggi adalah lagu-lagu yang bernuansa cinta.
5. Sarjana Muda (1981)
Album
ini dapat dibilang adalah awal karir Iwan Fals di dunia musik
profesional Indonesia. Setelah kontrak dengan ABC records selesai,
Musica rupanya mencium bakat Iwan yang dapat dikembangkan, lantas
Musica meneken kontrak dengan Iwan Fals. Album perdana Iwan Fals
bersama Musica Studio’s benar-benar dikerjakan secara serius. Lihat
saja musisi pendukungnya bukan orang sembarangan. Music director
dikerjakan oleh Willy Soemantri, didukung oleh Amir Katamsi, Luluk
Purwanto dan yang hebat lagi Idris Sardi menjadi bintang tamu mengisi
suara biola pada lagu ‘Guru Oemar Bakrie’. Begitu beredar, album ini
langsung menjadi pembicaraan. Masyarakat Indonesia yang pada saat itu
kenyang disuguhi lagu dengan nuansa cinta mungkin kaget mendengar lirik
lagu Iwan Fals yang bernuansa sosial yang sangat mewakili kehidupan
masyarakat saat itu. Tak lama kemudian album ini meledak dipasaran,
hampir seluruh stasiun radio menjadikan lagu ‘Guru Oemar Bakrie’ pada
puncak tanggal lagu mereka. Album ini menjadi titik awal perubahan
warna musik Indonesia. Lagu yang ada pada album ini adalah ‘Sarjana
Muda’, ‘Guru Oemar Bakrie’, ‘Bung Hatta’, ‘Doa Pengobral Dosa’, ‘Si Tua
Sais Pedati’, ‘Ambulance Zig Zag’, ‘22 Januari’, ‘Puing’, ‘Yang
Terlupakan’, ‘Bangunlah Putra Putri Pertiwi’.
6. Opini (1982)
Melanjutkan sukses album pertama dibawah bendera Musica, album ini juga
meraup untung besar. Dengan musisi pendukung yang hampir sama, album
ini menjadi lebih ‘nakal’ liriknya. Lagu ‘Galang Rambu Anarki’
menyentuh emosi pendengarnya, rupanya Iwan Fals pandai mengambil momen
kenaikan harga BBM yang dianggap tinggi saat itu bersamaan dengan
kelahiran anak pertamanya menyebabkan harga-harga menjadi melonjak.
Keadaan seperti ini sangat mewakili emosi masyarakat saat itu, sehingga
begitu album ini beredar langsung meledak. Pantas saja, karena hanya
Iwan Fals yang memiliki keberanian menyuarakan protes secara vulgar
melalui lagu pada saat itu. Ada lagi lagu ‘Obat Awet Muda’ yang
liriknya gamblang menceritakan perselingkuhan membuat panas telinga
hidung belang, juga lagu ‘Antara Aku Kau Dan Bekas Pacarmu’ yang
sebenarnya lagu cinta, namun oleh sebagian orang diartikan sebagai
suatu penghinaan secara halus terhadap penguasa saat itu. Kontroversi
tersebut semakin membuat laku penjualan album ini Sejak album ini
beredar, konon Iwan Fals mulai diawasi dengan pemerintah saat itu
(Soeharto). Dan konon Iwan Fals sering didatangi oknum yang
mengintimidasinya. Lagu-lagu pada album ini adalah ‘Galang Rambu
Anarki’, ‘Obat Awet Muda’, ‘Antara Aku Kau Dan Bekas Pacarmu’, ‘Isi
Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi’, ‘Sapuku Sapumu Sapu Sapu’,
‘Opiniku’, ‘Ambisi’, ‘Tak Biru Lagi Lautku’, ‘Tarmijah Dan Problemnya’.
7. Sumbang (1983)
Ian
Antono dan Abadi Soesman menjadi musisi pendukung dalam album ini,
menjadikan warna baru dalam lagu-lagu Iwan Fals. Lirik lagu Iwan
sedikit melunak dan lebih banyak kearah percintaan namun tetap dalam
lirik yang gamblang. Hanya lagu ‘Sumbang’ yang lebih keras lirik
protesnya. Sepertinya Iwan Fals memprotes tekanan pada dirinya setelah
peredaran album ‘Opini’. Lagu ini benar-benar lagu pemberontakan jiwa
Iwan yang disajikan dengan lirik vulgar dan panas. Musik yang ada
sedikit ‘dangdut’ nya cepat diterima pendengar dan mudah diingat. Dan
ada lagu ‘Celoteh Camar Tolol Dan Cemar’ yang menceritakan tenggelamnya
kapal penumpang Tampomas II. Ada kesalahan cetak dalam album ini yaitu
lagu “Jendela Kelas I’, seharusnya judul hanya Jendela Kelas namun
ketambahan angka I (satu), maksudnya angka I (satu) tersebut adalah
editing pertama. Dan lagi-lagi album ini menjadi kontroversi, dan Iwan
tetap saja diawasi dengan pemerintah. Album ini berisi lagu-lagu
‘Sumbang’, ‘Kereta Tiba Pukul Berapa’, ‘Semoga Kau Tak Tuli Tuhan’,
‘Puing’, ‘Jendela Kelas I’, ‘Berikan Pijar Matahari’, ‘Siang Pelataran
SD Sebuah Kampung’, ‘Asmara Tak Secengeng Yang Aku Kira’, ‘Celoteh
Camar Tolol Dan Cemar’.
8. Sugali (1984)
Lagu ‘Sugali’ menjadi hits, dikerjakan bersama Chilung Ramali,
menceritakan tentang preman yang menjadi target sasaran petrus
(penembak misterius) yang marak pada dekade 80-an. Tetapi yang menjadi
persoalan pada album ini yaitu adanya lagu ‘Serdadu’ yang isinya
bercerita tentang prajurit yang kurang diperhatikan kesejahteraannya,
yang gajinya dipotong oleh komandannya. Lirik lagu ini mendapat
perhatian oleh banyak petinggi ABRI (saat itu, sekarang TNI) dan
dianggap suatu pelecehan, namun kurang diekspos, mungkin mereka
takut terbuka kebenarannya. Isi album ini adalah ‘Sugali’, ‘Rindu
Tebal’, ‘Siang Seberang Istana’, ‘Serdadu’, ‘Nak’, ‘Berkacalah
Jakarta’, ‘Maaf Cintaku’, ‘Tolong Dengar Tuhan’, ‘Azan Subuh Masih
Ditelinga’.
9. Barang Antik (1984)
Bersama
music director Willy Soemantri, Iwan membuka diri menerima karya orang
lain untuk dinyanyikan. Hanya lagu ‘Jangan Bicara’ yang diciptakan oleh
Iwan Fals. Selebihnya diciptakan oleh Diat, Yoesyono, Chilung Ramali,
Jaya Susanto, Dama, Richard Kyoto, Tommy dan Marie, Willy dan Tommy.
Lagu ‘Barang Antik’ bercerita tentang angkutan tua (oplet) yang
tergusur dengan angkutan lain seperti bis, mikrolet dan bajaj namun
tetap beroperasi dipinggiran kota. Lagu ‘Jangan Bicara’ menjadi
kontroversi karena liriknya yang terlalu pedas bagi sebagian orang.
Tetapi masalah itu lagi-lagi tidak terekspos, inilah pandainya
pemerintahan saat itu yang rapi menutupi kesalahan agar tidak banyak
orang memahami. Dan hasilnya konon Iwan mendapat teguran keras dari
pemerintah agar tidak menerbitkan karya yang menyinggung politik.
Lagu-lagu pada album ini ‘Barang Antik’, ‘Kumenanti Seorang Kekasih’,
‘Sunatan Masal’, ‘Jangan Bicara’, ‘Asmara Dan Pancaroba’, ‘Tante Lisa’,
‘Salah Siapa’, ‘Nyanyianmu’, ‘Jalan Yang Panjang Berliku’, ‘Neraka Yang
Asyik’.
10. Sore Tugu Pancoran (1985)
Masih
bersama Willy Soemantri, album ini meledak dipasaran. Karena muncul
bersamaan dengan film yang dibintangi Iwan Fals dengan judul ‘Damai
Kami Sepanjang Hari’. Film ini bercerita tentang kehidupan pengamen
yang menjadi sukses rekaman dan diisi dengan lagu-lagu Iwan. Kurang
lebih menceritakan kehidupan sesungguhnya Iwan Fals meskipun ada
bumbu-bumbu pemanis sedikit. Album ini secara tidak langsung dapat
dikatakan menjadi soundtrack film tersebut. Album ini seperti menjadi
jawaban Iwan terhadap teguran pemerintah, lirik dalam album ini
biasa-biasa saja, tidak begitu menggigit seperti album terdahulu. Lebih
banyak pada unsur komersil seperti percintaan, namun itulah yang laku.
Rupanya Musica ingin mengimbangi pasar yang saat itu memang sedang
demam percintaan. Ada lagu yang sedikit ‘nakal’ namun hanya dirasakan
sedikit orang yaitu lagu ‘Ujung Aspal Pondok Gede’ yang berkisah
tentang penggusuran. ‘Sore Tugu Pancoran’ bercerita tentang anak
sekolah yang menjadi penjual koran. Jadi hanya menyentuh sedikit
kalangan. Tetapi lagu percintaan-lah yang menjadi hits di radio-radio
seperti lagu ‘Yang Tersendiri’ karya Tommy dan Marie. Lagu-lagunya
adalah ‘Sore Tugu Pancoran’, ‘Aku Antarkan’, ‘Ujung Aspal Pondok Gede’,
‘Tince Sukarti Binti Machmud’, ‘Yang Tersendiri’, ‘Angan dan Ingin’,
‘Berapa’, ‘Damai Kami Sepanjang Hari’, ‘Intermezo’, ‘Cik’.
11. (KPJ) Kelompok Penyanyi Jalanan (1985)
Album ini dapat dibilang bagi-bagi rezeki antara Iwan Fals dengan
kawan-kawannya sesama pengamen yang tergabung dalam Kelompok Pengamen
Jalanan (KPJ). Dengan menggunakan nama Iwan Fals yang sudah terkenal,
KPJ membuat album ini didukung oleh Herry Lintauw, Anto Baret,
Swartato, Eko Partiteur. Iwan sendiri hanya bernyanyi penuh pada lagu
‘Kembang Pete’, ‘Kupaksa Untuk Melangkah’, dan ‘Dua Menit Sepuluh
Detik’. Sawung Jabo turut perpartisipasi dalam lagu ‘Penari Jalanan’.
Lagu yang ada pada album ini adalah ‘Kembang Pete’, ‘Kupaksa Untuk
Melangkah’, ‘Senandung Istri Bromocorah’, ‘Kaum Urbanis’, ‘Krisis
Pemuda’, ‘Serenade’, ‘Sumbang’, ‘Warijem Dan Tukiman’, ‘Penari
Jalanan’, ‘Dua Menit Sepuluh Detik’.
12. Ethiopia (1986)
Diilhami dari bencana kelaparan di Ethiopia, album ini cukup laris dipasaran karena peredarannya sangat pas
dengan
momen tersebut. Ada lagu ‘Willy’ yang bercerita tentang sahabat Iwan
yaitu WS.Rendra yang kabarnya mengasingkan diri karena dicekal oleh
pemerintah sebab puisi-puisinya yang keras. Lagu ‘Tikus-Tikus Kantor’
yang liriknya menarik dan lucu sangat sesuai dengan kenyataan. Dan lagu
’14-4-84’, konon lagu ini sempat dilarang dinyanyikan oleh aparat
kepolisian saat Iwan konser di Sumatera, terjadi perdebatan namun tetap
dilarang dinyanyikan dengan alasan yang tidak jelas. Kalau diperhatikan
lirik lagu ini hanya bercerita tentang cinta dan bangganya Iwan kepada
istri dan anaknya. Sampai sekarang alasan pelarangan itu tidak jelas
dan tidak masuk akal. Album ini berisi lagu-lagu ‘Ethiopia’, ‘Sebelum
Kau Bosan’, ‘Tikus Tikus Kantor’, ‘14-4-84’, ‘Willy’, ‘Entah’,
‘Kontrasmu Bisu’, ‘Berandal Malam Di Bangku Terminal’, ‘Lonteku’,
‘Bunga Bunga Kumbang Kumbang’.
13. Aku Sayang Kamu (1986)
Album ini meledak dipasaran karena lagu ‘Aku Sayang Kamu’ yang cocok
dengan remaja yang sedang kasmaran, dan saat itu lagu-lagu cinta banyak
yang ‘cengeng’, Iwan menciptakan lagu cinta dengan musik gembira dan
lirik gamblang. Musik directornya Bagoes A.A., lagu-lagunya begitu
nge-pop. Selama beberapa bulan lagu ini menduduki puncak tanggal lagu
di radio-radio. Isinya adalah ‘Aku Sayang Kamu’, ‘Gali Gongli’, ‘Timur
Tengah I’, ‘Jangan Tutup Dirimu’, ‘Selamat Tinggal Malam’, ‘Ya Hui Ha
He Ha’, ‘Yayaya Oh Ya’, ‘Lho’, ‘Timur Tengah II’, ‘Kota’.
14. Lancar (1987)
Album ini dikerjakan Iwan bersama sahabat lamanya yaitu Dama Gaok dan
Maman Piul. Hits ‘Lancar’, ‘Kereta Tua’ dan ‘Nenekku Okem’ memiliki
irama country khas Iwan. Pada lagu ‘Yakinlah’ Iwan berduet dengan Elly
Sunarya. Lagu-lagu pada album ini adalah ‘Lancar’, ‘Kuli Jalan’,
‘Kereta Tua’, ‘Columbia’, ‘Yakinlah’, ‘Kota’, ‘Sentuhan’, ‘Cantik
Munafik’, ‘Nelayan’, ‘Nenekku Okem’.
15. Wakil Rakyat (1987)
Album
yang musiknya digarap Bagoes A.A. ini meledak dipasaran menjelang
pemilu dan menimbulkan kontroversi yang hebat. Iwan kembali membangkang
setelah sekian album melunak kembali dia menjadi ‘nakal’. Lagu ‘Wakil
Rakyat’ yang mengisahkan wakil rakyat yang suka tidur waktu rapat
ditanggapi sinis oleh penguasa. Lagu ini bahkan sempat di cekal tidak
boleh ditayangkan di televisi karena dianggap mengganggu stabilitas
politik. Namun Iwan dan Musica tidak kurang senjata, hits ‘Mata Indah
Bola Pingpong’ menjadi cadangan yang tidak kalah larisnya. Radio-radio
meletakkan lagu ini pada puncak tangga lagu Indonesia selama beberapa
bulan. Juga ada lagu ‘Potret Panen’ yang berkisah tentang bencana hama
wereng yang menghabiskan panenan padi petani. Lagu-lagunya adalah ‘Mata
Indah Bola Pingpong’, ‘Surat Buat Wakil Rakyat’, ‘Teman Kawanku Punya
Teman’, ‘Emak’, ‘Potret Panen Mimpi Wereng’, ‘Diet’, ‘Libur Kecil Kaum
Kusam’, ‘Dimana’, ‘Guru Zirah’, ‘PHK’.
16. Antara Aku Kau Dan Bekas Pacarmu
Tidak ada lagu baru di album ini. Hanya lagu lama yang dinyanyikan
ulang yaitu lagu ‘Antara Kau Aku Dan Bekas Pacarmu’, ‘Yang Tersendiri’,
‘Sebelum Kau Bosan’ dan ‘Aku Antarkan’. Selebihnya hanya lagu lama dan
single ‘Kemesraan’ karya Franky S versi keroyokan dengan artis-artis
Musica diikutkan dalam album ini. Music directornya Bagoes A.A. Pada
album ini suara Iwan lebih berat dan tidak ‘nyempreng’ seperti
sebelumnya. Disini Iwan mulai mengalami perubahan gaya vokal dan musik.
Lagu ‘Antara Kau Aku Dan Bekas Pacarmu’ mencetak hits, karena versi
baru ini terus terang lebih enak didengar. Lagu-lagunya adalah ‘Antara
Kau Aku Dan Bekas Pacarmu’, ‘Yang Tersendiri’, ‘Sebelum Kau Bosan’,
‘Jalan Yang Panjang Berliku’, ‘Jangan Tutup Dirimu’, ‘Kemesraan’,
‘Nyanyianmu’, ‘Maaf Cintaku’, ‘Entah’, ‘Aku Antarkan’.
17. 1910 (1988)
Kedekatan
Iwan Fals dengan Ian Antono semakin akrab pada album ini. Iwan
mempercayakan Ian menjadi music director, seketika warna musik Iwan
berubah menjadi lebih nge-rock dan garang. Lagu ‘1910’ yang
menceritakan tentang kecelakaan kereta api di Bintaro pada tanggal 19
Oktober dibawakan Iwan dengan gaya bernyanyi yang tidak seperti
biasanya. Iwan seperti mendapat atmosfir baru pada lagu-lagunya yang
lebih terkesan dewasa. Album ini mendapat sambutan positif. Beberapa
lagunya meledak dan album ini mencatat penjualan yang besar. Lagu ‘Buku
Ini Aku Pinjam’ yang ternyata ‘titipan’ produser kepada Iwan agar
dibuatkan lagu untuk remaja, dan kabarnya Iwan sebenarnya enggan dan
terpaksa menulis lagu ini hanya untuk menyenangkan produser ternyata
meledak luar biasa. Posisi teratas tangga lagu tidak tergeser selama
beberapa bulan di radio-radio, membuktikan bahwa Iwan memiliki nilai
jual yang tinggi. Lagu lainnya seperti ‘Ibu’ dan ‘Pesawat Tempurku’
juga sempat menduduki top 10 tangga lagu Indonesia. Album ini berisi
lagu-lagu ‘Buku Ini Aku Pinjam’, ‘Ada Lagi Yang Mati’, ‘Ibu’, ‘Mimpi
Yang Terbeli’, ‘Balada Orang-Orang Pedalaman’, ‘Nak’, ‘Semoga Saja Kau
Benar’, ‘Engkau Tetap Sahabatku’, ‘Pesawat Tempurku’, ‘1910’.
18. Mata Dewa (1989)
Album
ini adalah gebrakan terbesar sepanjang sejarah musik Iwan Fals.
Setiawan Djodi selaku pemilik Airo Records tertarik dengan kolaborasi
Iwan dan Ian Antono pada album 1910. Dia mengajak Iwan dan Ian
bergabung dibawah bendera perusahaan rekamannya untuk membuat album
Mata Dewa. Kebetulan kontrak Iwan dengan Musica sudah berahir. Album
ini dikerjakan dengan sangat profesional didukung teknologi yang
canggih. Hasilnya, luar biasa, meledak dipasaran. Vokal Iwan menjadi
lebih nge-rock, musiknya kental dengan nuansa rock – ballads.
Sebenarnya pada album ini sebagian adalah lagu lama yang di aransmen
ulang dengan gaya vokal Iwan yang berbeda. Lagu ‘Mata Dewa’ menjadi
hits, pada lagu ini Setiawan Djodi ikut menjadi backing vokal, lagu
‘Nona’, ‘Air Mata Api’, hebat. Lagu lama yang di aransmen ulang adalah
‘Puing’, ‘Berkacalah Jakarta’, ‘PHK’, ‘Bakar (atau Timur Tengah II)’,
dikerjakan dengan serius dan bermutu. Lagu lama yang menjadi super hits
di album ini adalah lagu ‘Yang Terlupakan’. Setiawan Djodi menghabiskan
banyak dana untuk album ini karena ternyata dia memang salah satu fans
berat Iwan Fals. Dan hasilnya tidak sia-sia. Yang mengecewakan adalah,
agenda promosi album dengan melakukan tur 100 kota di Indonesia
tiba-tiba dibatalkan oleh kepolisian dengan alasan keamanan, karena
konser tunggal Iwan sebelumnya selalu berbuntut kerusuhan. Padahal izin
sudah dipegang dan alat-alat sudah dikirim ke lokasi konser, persiapan
sudah matang tinggal show saja. Lobi-lobi dilakukan oleh Setiawan Djodi
yang dikenal dekat dengan penguasa tetap mental. Kabarnya penguasa saat
itu tidak mau nama besar Iwan Fals semakin berkibar dengan dukungan
finansial yang luar biasa dari Djodi. Ahirnya konser tetap batal dan
semua menerima dengan berat hati. Iwan sendiri setelah kejadian ini
menjadi ngambek dan hampir putus asa tidak mau bernyanyi lagi. Lagu
dalam album ini adalah ‘Mata Dewa’, ‘PHK’, ‘Nona’, ‘Air Mata Api’,
‘Bakar’, ‘Puing’, ‘Berkacalah Jakarta’, ‘Yang Terlupakan’, ‘Perempuan
Malam’, ‘Pinggiran Kota Besar’.
19. SWAMI (1989)
Setelah
pelarangan konser 100 kota, diam-diam Setiawan Djody mempersiapkan
proyek ‘rahasia’. Djodi membentuk sebuah grup band yang bernama Swami
dengan Iwan Fals sebagai vokalisnya. Didukung oleh musisi top seperti
Sawung Jabo, Naniel, Innisisri, album ini dikerjakan dengan serius dan
matang. Tanpa banyak gembar gembor, album ini diluncurkan. Pada sampul
album ini nama Iwan Fals dicantumkan diatas nama Swami, rupanya Djodi
merasa tanpa nama Iwan album tidak akan dilirik. Hasilnya, orang
penasaran membeli album karena ada nama Iwan Fals bukan karena nama
Swami yang tidak dikenal sama sekali. Album ini secara tiba-tiba
meledak dipasaran, angka penjualannya sangat tinggi, konon mencapai 800
ribu kopi dalam sebulan padahal tanpa promosi besar-besaran. Ternyata
yang menyebabkan laku keras adalah nama Iwan Fals dan lagu yang
dibawakan yaitu ‘Bento’ dan ‘Bongkar’. Lagu ini sangat keras dan
menikam liriknya. Sebentar saja lagu ‘Bento’ menjadi ‘trade mark’ Iwan
Fals. Dimana ada Iwan disitu ada ‘Bento’, penjualan kaus, poster dan
segala pernak-pernik bertuliskan Iwan, Swami, Bento laku keras di
kaki-kaki lima. Sampai sekarangpun siapa yang tidak tahu lagu ‘Bento’
dan mendengar kata ‘Bento’ pasti identik dengan Iwan Fals. Hal yang
tidak disangka oleh Djodi dan kawan-kawan. Bagi Iwan sendiri bisa
dibilang ini adalah puncak kejayaan karir bermusiknya. Tetapi selalu
saja ada kerikil yang menghadang, penguasa rupanya agak panas
telinganya mendengar lagu Bento yang katanya sih dianggap menghina
Tommy Soeharto anak presiden saat itu (Soeharto). Namun berkat dukungan
kuat Setiawan Djody, kerikil itu tidak terlalu mengganggu dan dapat
disingkirkan. Lagu pada album ini ‘Bento’, ‘Bongkar’, ‘Badut’, ‘Eseks
Eseks Udug Udug-Nyanyian Ujung Gang’, ‘Potret’, ‘Bunga Trotoar’, ‘Oh
Ya’, ‘Condet’, ‘Perjalanan Waktu’, ‘Cinta’.
20. Kantata Takwa (1990)
Menyusul
sukses album Swami, ambisi Setiawan Djodi dalam musik semakin meluap.
Didukung musisi dari Swami ditambah dengan WS.Rendra dan Kelompok
Bengkel Teater juga Jocky S., Djodi membentuk band baru lagi yang
bernama Kantata Takwa. Vokalis utama tetap Iwan Fals. Album perdana ini
dikerjakan lebih gila lagi dari album lainnya, konsep musik yang
fenomenal dan megah mengantarkan grup ini menjadi grup papan atas yang
tidak ada bandingannya. Album ini benar-benar hebat dan menjadi album
paling dicari saat itu. Mungkin kita masih ingat bagaimana ratusan
orang sampai harus antri di toko-toko kaset hanya untuk membeli kaset
ini. Konsep musik dan seni yang fenomenal ini tidak lepas dari
kerjasama yang kompak, Iwan menyanyikan lagu yang liriknya sangat
puitis yang sebagian dikerjakan oleh Rendra dengan semangat totalitas
yang tinggi, dipadu dengan musik yang jelas bukan kerjaan pemusik
kacangan. Konser-konser Kantata yang digelar sampai membludak
penontonnya. Airo Records meraup keuntungan yang luar biasa dari proyek
ini. Dan lagi-lagi Iwan Fals lah yang memegang peranan utama. Sampai
saat ini album ini belum ada tandingannya dan tidak ada yang bisa
menyamai baik dalam lagu maupun liriknya. Lagu pada album ini adalah
‘Kantata Takwa’, ‘Kesaksian’, ‘Orang Orang Kalah’, ‘Paman Doblang’,
‘Balada Pengangguran’, ‘Nocturno’, ‘Gelisah’, ‘Rajawali’, ‘Air Mata’,
‘Sang Petualang’.
21. Cikal (1991)
Sukses dengan Swami dan Kantata, Iwan lantas tidak menjadi malas.
Dibawah bendera Indo Music Box Iwan meluncurkan album Cikal. Cikal
adalah nama putri Iwan yang ke dua. Iwan merasa tidak adil kalau galang
putra pertamanya dia buatkan lagu, lantas putri keduanya kenapa tidak.
Meskipun terlambat (cikal lahir tahun 80-an), maka cikal dibuatkan
album khusus untuknya. Namun jangan dikira album ini isinya puji-pujian
kepada anak dengan bahasa yang sederhana, lirik dalam album ini begitu
dalam dan berat, kental nuansa seni tingkat tinggi. Pendukung dalam
album juga bukan musisi sembarangan, ada Gilang Ramadhan, Cok Rampal,
Totok Tewel, Embong Raharjo, Mates dan Mahesa Ibrahim. Musik yang
ditampilkan jauh berbeda dengan Kantata atau Swami, aroma flute dan
perkusi terasa jelas disini. Sayang album ini tidak begitu laku
dipasaran, mungkin tidak semua orang bisa menerima gaya musik yang ada
di album ini. Tetapi sekarang album ini menjadi salah satu album yang
dicari penggemar Iwan Fals, karena sudah jarang ada di toko kaset.
Lagu-lagunya adalah ‘Intro’, ‘Untuk Yani’, ‘Cikal’, ‘Pulang Kerja’,
‘Alam Malam’, ‘Ada’, ‘Untuk Bram’, ‘Cendrawasih’, ‘Proyek 13’, ‘….’.
22. SWAMI II (1991)
Setiawan
Djodi kembali mengajak Iwan Fals membuat album Swami jilid II. Namun
album ini tak seheboh album yang pertama. Penjualannya biasa-biasa
saja. Hits nya juga kurang menarik dibawakan oleh Sawung Jabo. Iwan
Fals sendiri malah tidak menjadi vokalis utama pada hits yang
dipromokan. Ada satu lagu yang agak lumayan yang dinyanyikan Iwan yaitu
lagu ‘Nyanyian Jiwa’ dan ‘Kebaya Merah’. Pada cover album, nama Iwan
tidak ditampilkan tidak seperti album Swami yang perdana. Album ini
berisi lagu-lagu ‘Hio’, ‘Kuda Lumping’, ‘Kebaya Merah’, ‘Robot
Bernyawa’, ‘Na Na Na Na’, ‘Nyanyian Jiwa’, ‘Sangkala’, ‘Koran’, ‘Rog
Rog Asem’.
23. Belum Ada Judul (1992)
Album ini menjadi salah satu masterpiece dari Iwan Fals, karena proses
rekamannya secara live tanpa di edit. Dan Iwan hanya bernyanyi pakai
gitar dan Harmonika yang dimainkan sendiri, tanpa musik pengiring tanpa
backing vokal. Hits dalam album ini adalah ‘Belum Ada Judul’, lagu yang
sederhana namun dalam maknanya. Kesederhanaan Iwan disini tetap menjadi
jaminan nilai jual. Dibawah bendera Harpa records, album Iwan tampil
dengan polos yang menunjukkan inilah sesungguhnya seorang Iwan Fals.
Lagu-lagunya ‘Belum Ada Judul’, ‘Besar Dan Kecil’, ‘Iya Atau Tidak’,
‘Mereka Ada Dijalan’, ‘Potret’, ‘Di Mata Air Tidak Ada Air Mata’,
‘Ikrar’, ‘Aku Disini’, ‘Mencetak Sawah’, ‘Panggilan Dari Gunung’,
‘Coretan Dinding’.
24. Hijau (1992)
Disini Iwan dan beberapa musisi seperti Heirrie Buchaery, Jerry
Soedianto, Cok Rampal, Bagoes AA, Iwang Noorsaid, Arie Ayunir dan Jalu
mencoba membuat konsep musik yang sangat alam dipayungi bendera Pro
Sound. Bagi sebagian orang yang mendengar musik ini mungkin mengatakan
aneh, tapi inilah seni yang tidak bisa diukur dari sudut pandang
manapun. Lagu-lagunya adalah ‘Lagu Satu’, ‘Lagu Dua’, ‘Lagu Tiga’,
‘Lagu Empat’, ‘Lagu Lima’, ‘Lagu Enam’, ‘Hijau’.
25. Dalbo (1993)
Iwan dan musisi pendukung dalam grup Swami membentuk grup band Dalbo,
musiknya sederhana namun berbobot. Sayang penjualan album ini tidak
terlalu laku. Lagu-lagunya adalah ‘Hura Hura Huru Hara’, ‘Kwek Kwek
Kwek’, ‘Ini Si Trendy’, ‘Sudrun’, ‘Dunia Binatang’, ‘Hua Ha Ha’,
‘Karena Kau Bunda Kami’, ‘Aku Bosan’, ‘Bidadari Senjakala’, ‘Dalbo’.
26. Orang Gila (1994)
Bersama
Billy J. Budiharjo Iwan membuat album baru yang dari judulnya sudah
menarik perhatian. ‘Orang Gila’ menjadi hits yang lumayan laku bersama
lagu ‘Awang Awang’ dan ‘Satu Satu’. Pada album ini Iwan seperti agak
kehilangan jati dirinya, meskipun suaranya tetap lantang dan berbobot,
namun mulai terasa ada yang berubah pada diri Iwan. Album ini berisi
lagu-lagu ‘Orang Gila’, ‘Awang Awang’, ‘Satu Satu’, ‘Lagu Cinta’, ‘Doa
Dalam Sunyi’, ‘Lingkaran Hening’, ‘Puisi Gelap’, ‘Menunggu Ditimbang
Malah Muntah’.
27. Anak Wayang (1994)
Iwan Fals bersama Sawung Jabo meluncurkan album Anak Wayang ini untuk
mengisi kekosongan yang ada, Iwan yang mulai gelisah berkarya, dibantu
oleh Jabo untuk bangkit. Hasilnya album ini yang sederhana dan
berbobot. Lagu dalam album ini ‘Lingkaran Aku Cinta Padamu’, ‘Dihatimu
Aku Berlindung’, ‘Anak Wayang’, ‘Nasib Nyamuk’, ‘Jogja’, ‘Telaga Dan
Bencana’.
28. Terminal (1994)
Single yang dinyanyikan bersama Franky S dan musik oleh Ian Antono. 29.
Mata Hati (1995) Single yang musiknya dikerjakan oleh Ian Antono.
Dikemas dalam bentuk album yang dipadu dengan lagu-lagu lama Iwan Fals,
pada side B diisi lagu dari pendatang baru yang bernama Bobby Eress.
30. Orang Pinggiran (1995)
Single yang dinyanyikan bersama Franky S dan musik oleh Ian Antono.
31. Lagu Pemanjat – Trahlor (1996)
Single ini dipesan oleh komunitas penggemar panjat tebing, dipakai
sebagai lagu wajib komunitas tersebut. Kecintaan Iwan Fals pada alam
dianggap dapat mewakili. Dikemas dalam bentuk album yang sederhana,
Iwan hanya menyanyikan lagu ‘Lagu Pemanjat’ selebihnya dinyanyikan oleh
Cok Rampal dan Harry Suliztiarto. Lagu-lagunya ‘Lagu Pemanjat’, ‘Pada
Batu Dalam Diam’, ‘Yang Mana Jalan Ke Situ’, ‘Kudatangkan Tubuhmu’,
‘Lagu Lama Gaungnya Rata’, ‘8,8 mm Dalam Kuasamu’, ‘Iya Memang Kamu’,
‘Cair Lalu Mencari’.
32. Kantata Samsara (1998)
Melanjutkan
sukses Kantata Takwa, Setiawan Djodi kembali mengajak Iwan Fals dan
kawan-kawan meluncurkan album Kantata Samsara. Album ini sejenis dengan
Kantata Takwa, sama fenomenalnya dan megah. Namun pada setiap konser
yang digelar dengan megah dan mewah selalu dikotori dengan ulah oknum
yang tidak bertanggung jawab. Pada puncaknya saat konser di Senayan
tanggal 6 Juli 1998, konser terpaksa dihentikan karena terjadi
kerusuhan besar. Kejadian ini semakin memojokkan citra Iwan Fals yang
selalu dianggap biang kerusuhan, Iwan pun membantah, apa alasannya Iwan
dituduh penyulut kerusuhan. Dan timbul kabar, memang kerusuhan sengaja
‘dibuat’ karena persaingan dan melibatkan kepentingan politik tertentu.
Lagu dalam album ini adalah ‘Samsara’, ‘Nyanyian Preman’, ‘Pangeran
Brengsek’, ‘Anak Zaman’, ‘Lagu Buat Penyaksi’, ‘Panji Panji Demokrasi’,
‘Asmaragama’, ‘Songsonglah’, ‘Langgam Lawu’, ‘Bunga Matahari’, ‘For
Green And Peace’.
33. Best Of The Best (2000)
Pada album ini Iwan mengaransemen ulang dua buah lagu lamanya yaitu
lagu ‘Entah’ dan ‘Kumenanti Seorang Kekasih’. Selebihnya hanya kumpulan
lagu-lagu lama. Album ini cukup sukses dipasaran, wajar dirindukan
penggemarnya karena cukup lama Iwan tidak tampil setelah anak
pertamanya Galang Rambu Anarki meninggal dunia. Dalam album ini Iwan
seperti lahir kembali, gaya vokalnya berubah, namun tetap berbobot.
Iwan kembali dipayungi bendera Musica.
34. Suara Hati (2002)
Iwan
Fals benar-benar lahir kembali, setelah di album sebelumnya orang
bertanya-tanya karena Iwan hanya mengaransemen ulang lagu-lagu lama,
pada album ini seluruhnya benar-benar baru. Mulai lagu, vokal, musik,
benar-benar fresh. Album ini menjawab pertanyaan tentang kevakuman Iwan
dalam bermusik. Lagu-lagu pada album ini berbobot, namun liriknya lebih
dewasa tidak senakal dahulu. Iwan menjadi lebih profesional, karena
telah memiliki manajemen pribadi yang digawangi oleh istrinya
(Rossana). Iwan mulai rajin menggelar konser baik di TV maupun outdoor,
dan rata rata sukses tanpa kerusuhan. Album ini berisi lagu ‘Kupu Kupu
Hitam Putih’, ‘Hadapi Saja’, ‘Suara Hati’, ‘Untukmu Negeri’, ‘Doa’, ‘15
Juli 1996’, ‘Belalang Tua’, ‘Untuk Para Pengabdi’, ‘Seperti Matahari’,
‘Dendam Damai’, ‘Di Ujung Abad’.
35. In Collaboration With (2003)
Luar biasa, hanya kata itu yang dapat diungkapkan untuk menanggapi
album ini. Album ini mendapat triple platinum karena penjualan
terbanyak, mendapat penghargaan sebagai album terbaik dan single
terbaik. Album ini adalah kolaborasi Iwan dengan musisi muda berbakat
seperti Pongky (Jikustik), Eross (Sheila On 7), Harry Roesli, Aziz
(Jamrud), Piyu (Padi), Ahmad Dhani (Dewa), Tohpati, Kikan (Coklat),
Heirrie Buchaery. Hits ‘Aku Bukan Pilihan’ meledak dipasaran, dan Iwan
Fals perlahan dan pasti semakin memantapkan diri sebagai musisi papan
atas dan legenda hidup musik Indonesia. Album ini berisi lagu-lagu ‘Aku
Bukan Pilihan’, ‘Senandung Lirih’, ‘Rinduku’, ‘Hadapi Saja (new
version)’, ‘Sesuatu Yang Tertunda’, ‘
36.Manusia Setengah Dewa(2004)
Album yang kontraversi,dimana sampul dan syairnnya sempat di protes oleh umat hindu.
37.Iwan Fals In Love (Desember 2005)
Ijinkan aku mencintaiMu adalah salah satu lagu terbaru yang menjadi SONTREK sinertron CINCIN yang mulai di tanyangkan oleh RCTI pada bulan Februari.
keihlasan
November 24th, 2005 by fals-oiilmu adalah hurup yang tidak terungkap kecuali oleh perbutan
perbuatan adalah hurup yang tidak terungkap kecuali oleh keihlasan
keihlasan adalah hurup yang tidak terungkap oleh kesabaran
Dan kesabaran adalah hurup yang tak terungkap kecuali oleh penyerahan
Dimana Ketika kita sedang melakukan sesuatu dengan baik dan bersungguh sungguh mengapa harus meributkan penilainan orang lain.Bukankan ridhonya yang kita harapkan (kutipan )
Si Tukang Parkir
November 24th, 2005 by fals-oiYang menyebabkan hati susah adalah "HUBBUDUNNYA"(Terlalu cinta Pada dunia)Di mana Kita hidup di perbudak keinginan,menganggap remeh,dan hidup selalu cemas.semakin cinta semakin sengsara hati kita.Plese help him to undestand it.Just Wanna tell every body MR.PARKING(Seperti tukang parkir :Walau punya banyak mobil tapi mereka tidak sombong,Juga mereka tidak cemas walau mobilnya di ambil sampai habis)
Sang Petualang Bersama Oi Menggapai Mimpi Keliling Indonesia Dengan Sepeda OHTEL OMARBAKRI
September 18th, 2005 by fals-oiKami kabarkan toek rekan rekan Oi Serta Simpatisan Fals Mania.
Dalam Rangka Sosialisasi Oi di seluruh Indonesia kami dari BPK Oi Jayapura telah mengutus simpatisan kami atas nama : RIDWAN (Sang Petualang)Untuk mengabarkan Oi keseluruh penjuru wilayah indonesia sekaligus Untuk menyukseskan misi "KELILING INDONESIA MEMAKAI SEPEDA ONHTEL’
Demi kesuksesan misi rekan kami dengan ini memberikan surat jalan resmi dari BPK OI Jayapura yang akan kami tembuskan ke BPP Oi di jakarta serta BPK Oi dengan maksud:Meminta bantuan rekan rekan Oi Dan simpatisan Fals di mana aja berada,baik dalam bentuk Moril dan materil.
Dan sebagai pelengkap Bendera Oi serta Brosur tentang Oi juga Baju/topi Seragam resmi Oi Jayapura kami sertakan.
Adapun Route yang sudah dan akan di tempuh Sang Petualang ( RIDWAN ) adalah sebagai berikut :
1.Tgl 21 Nov 2004 Star dari POLOWALI SULBAR
2.Desember 2004 Keliling Sulsel ( Makassar )
3.January 2005 Keliling Sultengg( Kendari)
4.Maret 2005 Keliling Sulteng( Palu)
5.Mei 2005 Keliling Sulut ( manado)
6.Juni 2005 Ambon-Surabaya(Ambon-Jatim)
7.Juli 2005 Bali NTB (Bali -Lombok )
8.Agustus 2005 NTT ( KUpang)
9.02 September 2005 MAsuk di Papua ( Jayapura)
-02-08 September 2005 Jayapura
-14 September 2005 Wamena
-……Merauke
-……BIak
-……Nabire
-……Manokwari
-……Fak-fak
-……Sorong.
10. Pulau Kalimantan
-KalimantanTimur(10.12.05 *samarinda,16.12.05,(BPK Oi Samarinda )
*bontang/( Oi Bontang )
*sangata,31.101.06
*Kutai
*Tarakan)Ri_MAs
*BalikPapan( BPK OI Balikpapan)
-Kalimnatan Selatan
*Kota Baru
*Banjar Baru ( Oi Banjar Baru:Berkat Ohtel OB teman teman bentuk Oi Banjar Baru)
*BanjarMasin
-Kalimantan Tengah
*Pangkal Pinang
*PankalanBun
-Kalimantan Barat(Gagal tembus Transkalimantan karna Banjir melanda)
11.Pulau Jawa
-Jawa Tengah
*Semarang( BPK Oi Semarang)
*Jepara ( BPK Oi Jepara )
*Rembang (Nginap di rumah Bapak Camat Pamotan)
-Jawa Timur
*Jatinegoro
*BojoKerto
*Lamongan
*Gresik ( BPK Oi Gresik )
*Surabaya (Oi Klompok Sarjana Muda,BPK Oi Surabaya )
*Sidoarjo( BPK Oi Sidoarjo)
*Sukorejo(Pasuruan)
*Malang (BPK Oi Malang)
*Blitar ( Singgah di Makan Presiden RI SOEKARNO )
*Kediri : BPk Oi Kediri
*Caruban
*Madiun (Simpatisan Fals-Oi)
*Magetan ( BPK Oi Magetan ,Fals Fans Club/FFC Magetan)
*Ngawi : BPK Oi Ngawi
-Jawa Tengah
*Sragen
*Solo (BPK Oi Solo,Oi Maestro,Oi Orang Gila,Oi Trotoar,Oi Bento House solo,Republik
AENG AENG,Museum MURi)
*Yogyakarta (BPK Oi Yogyakarta )
*Kebumen
-Jawa Barat
*Bukit Cilongan ( Dorong Ohtel )
*Cilacap ( BPK Oi Cilacap,Club Vesva Kota Cilacap)
* Banjar ( BPK Banjar )
*Ciamis ( BPK Ciamis )
*Tasikmalaya (BPK Oi Tasikmalaya )-Lewinaggung ( Ikut Memperingati HUT Oi Ke 7
16 Agustus 2006 ) di kediaman Iwan Fals Sekaligus Lauching Album Kompilasi Oi
*Garut
*Bandung
*Cianjur
*Bogor
*Depok
*………………………………
-Jakarta
-Propinsi Bantan
13.PULAU SUMATRA
-Lampung
-Bengkulu
-Riau
-Palembang
-Padang
-Medan
-Banda Aceh
12.Banda Aceh-Pulau Jawa
14.Jawa baret
15 Finist Jakarta( Istana Presiden) Dan Lewinanggung( Iwan Fals)
Untuk finis "Sesua dengan Niat yakni INgin Bertemu Bapak Presiden Dan Wakil Presiden ( Bapak Susilo Bambang Yudhoyono Dan Yusuf Kalla)
Dan Niat Kedua Membawa Benedera Oi ke Sang Pendiri Oi (IWan Fals) Di lewinanggung.
Dengan Penuh Hormat kami dari BPK Oi Jayapura Mengharapkan rekan rekan Oi Dan simpatisan Fals bisa membantu rekan kami juga bisa mendukung misi rekan kami ini.
Dan terakhir beribu ribu terimakasih kami ucapkan.
Oi……..Cenderawsiku Telah Terbang
Oi…….CenderawasihKu Udah Dewasa
Oi……CenderawsihKu,Kabarkan Berita
Oi……..Bersatulah
Sahabat…..
September 4th, 2005 by fals-oihidup adalah soal keberanian
menghadapi yang tanda tanya
tanpa kita mengerti
tampa kita bisa menawar
terimalah dan hadapilah
Kabarkan Kenyataan
August 31st, 2005 by fals-oiManusia Hidup du dunia ini bukan untuk memiliki akan tetapi memberi,Maka Berikana/sisihkan sebagian waktumu untuk berbagi sesama.
Bagaikan Air Mengalir,semua ada Jalurnya,
Seperti Cahaya Matahari yang memberi sinarnya keseluruh alam,




